FREEHTML5.co Free HTML5 Bootstrap template

Surili (Presbytis Comata) Surili (Presbytis Comata) adalah sejenis primata endemik asli Jawa Barat. Keberadaannya hanya di kawasan hutan konservasi Taman Nasional Gede Pangrango dengan populasi hanya antara 4000 - 6000 ekor dan kondisinya sangat terancam punah. Surili bertubuh sedang. Bobot Surili dewasa antara 6 - 8 kilogram dengan panjang tubuh mencapai 60 sentimeter. Ekornya lebih panjang dibanding tubuhnya sendiri, yakni sekitar 72 sentimeter.

Punggung Surili ditutupi bulu berwarna abu-abu, coklat gelap hingga hitam pekat. Ini kontras dengan tubuh bagian bawahnya yang berwarna pucat. Bagian kepala kecil dan lebih gelap dibandingkan anggota tubuh yang lain. Primata Surili berparas hitam manis dan berjambul dengan warna mencolok. Bagian wajahnya tidak ditumbuhi bulu, berwarna hitam kemerahan dengan titik putih samar di dahi. Raut mukanya tampak jenaka dan menggemaskan. Tingkahnya lucu. Tak kalah menarik, kelincahannya bermanuver dari dahan ke dahan. Kanopi hutan yang tinggi menjadi areal bermainnya. Ciri khas yang lain adalah suaranya melengking tajam.

Pemilihan Surili sebagai maskot PON XIX dan PEPARNAS 2016 Jawa Barat dikarenakan kelucuan, kebersahajaan, kelincahan dan kehangatan lengkingannya mewakili sebagian sifat dan kemampuan para atlet. Sebagai maskot, Surili dikenakan Iket alias pengikat kepala khas Jawa Barat yang mencerminkan nilai luhur tradisi dan karakter masyarakat Jawa Barat, yakni “Cageur, Bageur, Bener dan Pinter”. Pemilihan satwa endemik tersebut sebagai maskot PON XIX dan Peparnas XV 2016 Jawa Barat ini juga untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat guna semakin melindungi dan melestarikannya

FREEHTML5.co Free HTML5 Bootstrap template

Logo PON XIX dan Peparnas XV mengandung makna yang merepresentasikan Provinsi Jawa Barat sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional XIX dan Pekan Paralympic Nasional 2016. Elemen dasar logo adalah bentuk Kujang (senjata tradisional khas Jawa Barat) yang terbentuk dari api obor yang berkobar sebagai simbol semangat untuk meraih prestasi tertinggi. Kepala kujang berwarna merah menjadi simbol bahwa hanya yang memiliki semangat tertinggi dan yang terkuat yang mampu menjadi juara pada PON XIX. Lima bagian obor yang berwarna-warna mewakili jari tangan manusia; sebagai simbol pelaksanaan PON XIX dan Peparnas XV digenggam oleh Jawa Barat sebagai tuan rumah.

Dalam logo PON XIX 2016 Jawa Barat, terdapat enam lingkaran yang terbentuk dari lima lingkaran Olympic sebagai simbol olahraga universal; dipadukan dan diperkuat oleh satu lingkaran tambahan sebagai simbol persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia, sekaligus simbol semangat untuk berjaya di tanah legenda, tanah Jawa Barat. Dalam logo Peparnas XV 2016 Jawa Barat, ada tiga lekuk dinamis yang merepresentasikan semangat dan dinamika para difabel untuk berjaya di tanah legenda Jawa Barat. Tulisan PON dan PEPARNAS berwarna biru sebagai simbol profesional. Angka Romawi berwarna merah dan tahun berwarna hitam menunjukan semangat penyelenggaraan ke sekian kalinya. Sementara tipografi khusus untuk frasa Jawa Barat mencerminkan kekuatan tradisi provinsi Jawa Barat sebagai penyelenggara. Secara ringkas, makna filosofi logo tersebut menunjukkan bahwa penyelenggaran PON kembali ke Jawa Barat sebagai tuan rumah penyelenggaraan PON XIX